Tuesday, January 5, 2016

FUND FLASH: Dalam Sebulan Return Reksadana Millenium Equity Capai 24%


Bareksa.com - Berikut reksa dana dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir:
1) Reksa Dana Saham: Millenium Equity Prima Plus (24,77%)
2) Reksa Dana Saham Syariah: Pratama Syariah (3,41%)
3) Reksa Dana Campuran: Millenium Balance Fund (11,77%)
4) Reksa Dana Campuran Syariah: Pacific Balance Syariah (4,87%)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap: Lautandhana Fixed Income (17,60%)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: I-Hajj Syariah Fund (0,84%)
7) Reksa Dana Pasar Uang: Bahana Liquid Priority Fund (2,24%)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah: Emco Barokah Syariah (0,62%)
Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi Desember: 0,96%
- Bunga Deposito Januari Setelah Dikurangi Pajak: 0,47%
- IHSG: 1,10%
- Indeks Reksa Dana Saham: 1,86%
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah: 0,68%
- Indeks Reksa Dana Campuran: 0,38%
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah: 0,76%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap: -0,49%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: -0,23%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang: 0,15%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah: 0,12%

Ketegangan Iran & Arab Saudi Akan Jatuhkan Harga Minyak ke Level $18 per Barel?


Bareksa.com - Semakin tingginya tensi di Timur Tengah biasanya akan memicu naiknya harga minyak dunia. Namun kali ini agak berbeda. Ketegangan antara Iran dan Arab Saudi relatif tidak terlalu berpengaruh terhadap harga si emas hitam.
Tampaknya beban harga minyak sudah terlampai berat sehingga konflik malah memberi outlook negatif kepada harga komoditas ini.
Dilansir CNBC, para analis menilai ada beberapa alasan dan faktor yang menyebabkan harga minyak akan tetap rendah di masa depan. Di antaranya melemahnya perekonomian China, stagnannya ekonomi Uni Eropa, Arab Saudi yang mengurangi subsidi energi, kembali dibukanya keran ekspor minyak Iran, dan juga pencabutan larangan impor Amerika Serikat.

Monday, January 4, 2016

FUND FLASH: Pasar Saham Lesu Awal Tahun, Investor Lirik Reksa Dana Pasar Uang


Bareksa.com - Berikut reksa dana dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir:
1) Reksa Dana Saham: Millenium Equity Prima Plus (25,70%)
2) Reksa Dana Saham Syariah: Pacific Saham Syariah (3,49%)
3) Reksa Dana Campuran: Millenium Balance Fund (13,21%)
4) Reksa Dana Campuran Syariah: Pacific Balance Syariah (4,46%)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap: Lautandhana Fixed Income (17,84%)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: I-Hajj Syariah Fund (0,83%)
7) Reksa Dana Pasar Uang: Bahana Liquid Priority Fund (2,24%)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah: Emco Barokah Syariah (0,60%)
Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi November: 0,21%
- Bunga Deposito Desember Setelah Dikurangi Pajak: 0,47%
- IHSG: 0,39%
- Indeks Reksa Dana Saham: 1,26%
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah: -0,03%
- Indeks Reksa Dana Campuran: -0,08%
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah: 0,20%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap: -0,45%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: -0,28%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang: 0,13%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah: 0,10%
Summary
Pada perdagangan perdana 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,46 persen ke level 4.525,92 setelah menguat pada pekan terakhir 2015.
Pelemahan IHSG kemarin, 4 Januari 2016, sontak membuat kinerja reksa dana saham dan campuran ikut tertahan. Return bulanan indeks reksa dana saham turun menjadi 1,26 persen, sementara indeks reksa dana campuran kembali mencetak penurunan return 0,08 persen dalam sebulan terakhir.
Terkoreksinya IHSG kemarin mungkin menjadi momen yang menarik bagi sebagian investor karena dapat menambah portofolionya pada harga reksa dana saham sedang rendah.

Volume Transaksi Tinggi, 3 Saham Grup Rajawali Melesat


Bareksa.com - Harga saham-saham milik Grup Rajawali naik cukup signifikan pada perdagangan hari ini (Selasa, 5 Januari 2015). Kenaikan harga dipimpin oleh saham operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) yang pada pukul 09.35 WIB hari ini melonjak 10,5 persen menjadi Rp116 dari sebelumnya Rp105.
Naiknya harga TAXI tak lepas dari tingginya volume transaksi saham perusahaan jasa transportasi tersebut. Volume transaksi TAXI mencapai 24,5 juta lembar dan masuk ke dalam daftar lima saham dengan transaksi terbesar pagi ini.
Berdasarkan pantauan Bareksa, Indopremier Securities (PD) menjadi pembeli bersih terbesar dengan memborong 17,3 ribu lot saham TAXI senilai Rp201 juta pada harga rata-rata Rp116,7 per saham. Nilai transaksi oleh PD setara 10 persen dari seluruh transaksi saham TAXI pagi ini yang mencapai Rp2,1 miliar.
Selain PD, Onix Sekuritas (FM) juga tercatat sebagai pembeli bersih terbesar kedua saham TAXI dengan memborong 11 ribu lot senilai Rp129,7 juta pada harga rata-rata  Rp117,9 per saham.

Bursa China Anjlok 7%, 5 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp120 T Dalam Sehari


Bareksa.com - Dana milik Lima orang terkaya di dunia menyusut sekitar US$ 8,7 miliar (sekitar Rp120 triliun) hanya dalam kurun waktu sehari akibat anjloknya bursa saham China pada perdagangan awal 2016 (Senin, 4 Desember 2016).
Indeks Komposit Shanghai anjlok 7 persen terimbas buruknya data manufaktur China dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran. Ambruknya pasar saham China menyeret kejatuhan saham di bursa-bursa utama dunia.
Pendiri Amazon.com Inc. Jeff Bezos, yang masuk daftar Bloomberg Billionaires Index, kehilangan US$3,7 miliar gara-gara saham Amazon miliknya terjungkal 5,8 persen. Saat ini kekayaan Bezos mencapai US$56 miliar  (sekitar Rp772 triliun). Kekayaan Amancio Ortega, orang kaya asal Spanyol, merosot US$2,5 miliar menjadi US$ 70,4 miliar akibat saham Inditex SA miliknya turun 3,5 persen.

Sunday, November 8, 2015

Bareksa - Marketplace Reksadana Online


Saat ini untuk berinvestasi di Reksa Dana sudah sangat mudah, karena telah hadir Bareksa.com sebagai platform reksa dana online dengan menjual berbagai macam produk reksa dana dari Manajer Investasi terbaik.

Tuesday, May 5, 2015

Berinvestasilah mulai saat ini juga....

mulai investasi reksadana saat ini juga
Banyak sekali orang yang ingin memulai investasi tetapi di tunda - tunda dengan alasan baru memiliki dana yang sedikit untuk di investasikan, mereka baru akan memulai apabila sudah mempunyai dana yang banyak untuk di investasikan.
Sebenarnya untuk memulai berinvestasi kita tidak perlu menunda sampai kita memiliki dana yang banyak, sebaiknya kita mulai saat ini juga walaupun dana yang tersedia masih sedikit, karena hasilnya akan berbeda apabila kita menunda-nunda.

Berikut ilustrasi yang bisa kita lihat apabila kita berinvestasi saat ini juga atau menunda-nunda menunggu dana yang kita investasikan cukup banyak.

Alkisah ada dua orang sahabat karib yang sama-sama baru lulus dari kuliah dan langsung mendapatkan pekerjaan, kedua mahasiswa tersebut kita berinama A dan B.
Ketika mendapatkan gaji pertama kedua mahasiswa tersebut mulai sadar akan manajeman keuangan dan pentingnya berinvestasi. Maka mereka mencari investasi yang baik dan cocok buat mereka berdua, akhirnya mereka menemukan blog tentang reksadana yaitu www.blogreksadana.com akhirnya mereka memutuskan untuk berinvestasi di reksadana.

Namun ada perbedaan antara si A dan B didalam memulai berinvestasi di reksadana tersebut, si A memilih untuk mulai berinvestasi saat ini juga walaupun dana yang bisa di investasikan masih sedikit hanya Rp. 500 rb saja perbulannya. Sedangkan si B memilih akan berinvestasi di reksadana apabila dia sudah memiliki dana yang lebih banyak, si B berpikir nanti apabila dia sudah naik jabatan dan memiliki uang yang lebih banyak dia akan memulai investasi 2x lipat dari si A, si B berpikir bisa mengalahkan nilai investasi si A.

Baca artikel lainnya : Keuntungan Berinvestasi di Reksadana

Ternyata 10 tahun berlalu, si B belum juga memulai berinvestasi, sedangkan dana investasi si A sudah bernilai 100juta rupiah. Suatu hari mereka berdua ketemuan di sebuah cafe dan si A bercerita bahwa selama ini dia berinvestasi 500 rb setiap bulannya di reksadana dan nilai investasinya sudah bernilai 100 juta rupiah. Ternyata si B mulai terpancing semangatnya untuk berinvestasi, dan kebetulan si B sudah memiliki dana yang cukup banyak untuk di investasikan, maka mulailah si B berinvestasi dengan jumlah 1 juta perbulan, dalam hati si B dia berpikir bisa membalap jumlah investasi si A.

Si A tidak bercerita kepada si B bahwa kantornya bermasalah dan gajinya di potong sehingga si A tidak bisa berinvestasi kembali karena sudah tidak ada dana yang bisa disisihkan untuk berinvestasi. Selama 30 tahun si B dengan semangatnya berinvestasi sebesar 1 juta rupiah sementara si A berhenti menambah investasi bulanannya.

Akhirnya mereka dipertemukan kembali pada acara reunian sekolah.  Ketika mereka berdua bertemu si B langsung pamer kepada si A bahwa dia berinvestasi 1 juta perbulan selama 30 tahun dengan return rata-rata 18% per tahun. Dengan Total HANYA 360 juta rupiah, kini uang investasi saya hampir 14M!

Si A hanya bisa garuk-garuk kepala, dan berkata kepada si B, bahwa ia hanya invest pada 10 tahun pertama sebesar 500 rb/bulan, total investasi saya 60 juta, tetapi hasil investasi saya saat ini 23M!!
Akhirnya si A dan si B menunjukkan data pertumbuhan investasi masing-masing sebagai buktinya, sbb :


Tahun
Si A
Si B
Modal Investasi
Hasil Investasi
Modal Investasi
Hasil Investasi





1
6.000.000,00
6.520.606,00
-
-
5
30.000.000,00
48.107.326,00
-
-
10
60.000.000,00
165.644.096,00
-
-





11
60.000.000,00
194.460.033,00
12.000.000,00
13.041.211,00
20
60.000.000,00
866.953.959,00
120.000.000,00
331.288.191,00
30
60.000.000,00
4.537.494.454,00
240.000.000,00
2.308.854.370,00
40
60.000.000,00
23.748.499.797,00
360.000.000,00
14.113.585.393,00


Ok dengan iliustrasi diatas tersebut, marilah kita mulai berinvestasi saat ini juga, jangan di tunda-tunda lagi..

Monday, April 27, 2015

Mengenal Lebih Jauh Reksadana Pasar Uang

mengenal reksadana pasar uang

Reksadana Pasar Uang adalah Reksadana yang melakukan investasi 100% pada efek Pasar Uang, seperti deposito, SBI, obligasi serta efek hutang lainnya dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Reksadana Pasar Uang mempunyai potensi keuntungan yang rendah dengan tingkat resiko yang rendah juga. Umumnya hasil keuntungan investasi reksadana pasar uang sedikit lebih tinggi dari suku bunga deposito. Cocok untuk investasi jangka pendek (kurang dari satu tahun), sebagai perlindungan capital, karena jika dibutuhkan dapat dicairkan setiap hari kerja dengan penurunan nilai investasi yang hampir tidak ada.

Dengan jangka waktu yang kurang dari satu tahun itu, otomatis Reksa Dana Pasar Uang itu lebih likuid dari Reksa Dana biasa. Jenis ini sangat cocok untuk investor pemula, yang masih lekat dengan berinvestasi di deposito, tetapi ingin menjajal berinvestasi di reksa dana.

Mungkinkah Reksadana Pasar Uang memberikan hasil investasi negatif? Kemungkinan itu ada tetapi sangat kecil. Berbeda dengan saham dan obligasi yang nilainya dapat berubah tiap hari, maka instrumen pasar uang jangka pendek pada umumnya memiliki harga tetap.

Baca artikel lainnya : Pilih mana : Reksadana atau Deposito ?

Perhitungan NAB/Unit Reksadana Pasar Uang memang dibuat tetap pada harga Rp.1000,-, namun bukan berarti investor tidak mendapatkan hasil investasi. Hasil tersebut dibagikan setiap hari dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan. Bank Kustodian memiliki catatannya dan akan melaporkan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh investor setiap akhir bulan.

Walaupun reksa dana ini memiliki bunga yang tidak jauh beda dari deposito, tapi memiliki banyak keunggulan. Pertama, adanya kebebasan waktu penarikan. Seperti yang telah saya sebutkan di atas, reksa dana jenis ini memiliki likuiditas tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan deposito, investor hanya dapat mencairkan dananya jika memang sudah jatuh tempo. Jika investor deposito ingin menarik uangnya sebelum jatuh tempo, investor itu akan dikenai penalti yang nilainy beragam, besarnya bisa mencapai lebih dari 10% bunga.

Kedua, investor dapat menentukan jumlah uang yang ingin dicairkan. Sementara itu, di deposito, investor tidak dapat menentukan sendiri jumlah uang yang akan ia cairkan. Mau tidak mau, investor harus rela menarik seluruh uangnya di deposito plus seluruh imbal hasilnya.

Keunggulan reksa dana pasar uang lainnya adalah bebas pajak dan memiliki capital gain dari pasar sekunder, meskipun tidak begitu signifikan.

Pertanyaannya kemudian, mengapa terjadi minat besar-besaran menanamkan investasi pada instrumen tabungan, deposito, SBI dan surat utang jangka pendek?

Pemulihan ekonomi, biasanya terjadi inflasi, dimana terjadi peningkatan permintaan ketimbang posisi penawaran. Peningkatan inflasi selalu mengindikasikan akan terjadinya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Sebab, secara etika ilmu ekonomi, nilai suku bunga acuan bank tidak bisa lebih rendah dari inflasi.

Kenaikan BI Rate, sudah barang tentu akan membuat suku bunga tabungan dan deposito bank serta SBI mengalami kenaikan. Jadi wajar saja, jika sebagian pelaku pasar kini memburu produk reksa dana pasar uang, didorong oleh ekspektasi kenaikan BI Rate, dengan harapan dapat menuai keuntungan di tengah sentimen pemulihan ekonomi global.

Saturday, April 4, 2015

Mempersiapkan Dana Pensiun Dengan Reksadana Yang Tepat

menyiapkan dana pensiun dengan reksadana
Investasi reksadana akhir-akhir ini mulai digemari oleh para investor, demi memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan bila mereka menanam uang lewat deposito atau tabungan biasa. Jenis investasi yang memanfaatkan skema reksadana juga tampaknya tepat bila disasar oleh orang-orang yang mengharapkan ketenangan hari tua. Maksudnya, mereka yang memiliki harta berlebih dan ingin mengembangkannya bisa memilih reksadana sebagai instrumen untuk menyiapkan dana pensiun. Secara umum, reksadana menawarkan lebih banyak diversifikasi investasi. Artinya, para penanam dana akan mendapatkan lebih banyak model pengelolaan modal yang lebih bervariasi dibandingkan dengan yang bisa didapatkan melalui skema deposito atau tabungan biasa. Meski demikian, pertanyaannya adalah: bagaimana mempersiapkan dana pensiun melalui reksadana?


Sebelum menjawab pertanyaan itu, penting bagi Anda untuk memiliki kondisi keuangan yang sehat, yang merupakan syarat mutlak bagi mereka yang ingin berinvestasi melalui reksadana. Keuangan sehat yang dimaksud terdiri dari beberapa komponen yang bisa dihitung, yakni:
  • Rasio hutang konsumtif sebesar 0%
  • Rasio cicilan (total biaya cicilan bulanan) kurang dari 30% dari keseluruhan pendapatan bulanan.
  • Rasio dana darurat sebesar 6 sampai 12 kali pendapatan bulanan tetap.
  • Rasio biaya total bulanan adalah kurang dari 1% dari keseluruhan pendapatan bulanan.

Jumlah rasio di atas mutlak harus dimiliki setiap orang yang ingin dikategorikan sebagai seseorang yang memiliki kondisi keuangan yang sehat dan sanggup untuk menginvestasikan hartanya.
Hal selanjutnya yang juga harus dipertimbangkan adalah: seseorang harus memiliki tujuan investasi yang jelas. Dengan memiliki tujuan investasi yang jelas, seseorang bisa tahu jenis reksadana apa yang mesti dipilih, apakah di masa depan ada kemungkinan untuk pindah produk reksadana, dan hal-hal lainnya terkait dengan investasi reksadana. Lebih jauh lagi, tingkat kehidupan yang layak bagi seseorang yang berkeinginan menginvestasikan harta di reksadana adalah: dia memiliki pendapatan tetap sekitar 10 juta per bulan. Asumsikan bahwa pada tahun 2015 ini Anda telah menghitung kebutuhan dana pensiun sekitar 9,08 Miliar Rupiah. Investasi reksadana saham menjanjikan keuntungan kurang lebih sekitar 25% per tahun. Usia Anda sekarang 25 tahun dan Anda berencana pensiun pada umur 50 tahun – jadi, ada waktu sekitar 45 tahun masa pengabdian. Artinya, Anda akan membutuhkan dana pensiun sebesar jumlah di atas pada tahun 2040 (2015 + 25 tahun masa pengabdian Anda). Dengan investasi per bulan sejumlah 1,351 juta, Reksadana bisa memberikan Anda dana pensiun sejumlah itu. Namun sekali lagi, ini hanyalah perhitungan kasar.
Nah, ada beberapa jenis reksadana yang harus Anda ketahui, yakni saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Masing-masing jenis reksadana tersebut bisa disesuaikan dengan horizon investasi, atau mana jenis investasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dana pensiun Anda. Bagi mereka yang sedang merencanakan dana pensiun menggunakan reksadana, maka tampanya reksadana saham adalah bentuk yang paling cocok. Meski demikian, perlu diketahui bahwa pergerakan keuntungan reksadana saham sangat fluktuatif, meski ada logika di mana keuntungan pasti diperoleh dalam jangka panjang. Rumusnya adalah: jika investasi Anda minimal sesuai dengan periode yang disediakan, maka kemungkinan mengalami kerugian akan menjadi jauh lebih kecil.

Dalam banyak kasus, mereka yang ingin mendapat dana pensiun yang besar di masa depan bisa mempertimbangkan untuk menaruh uangnya pada jenis reksadana saham, di mana durasi investasinya bisa mencapai 25 tahun.